Kejadian tragis itu berlangsung kira-kira pada pukul 22.30 WIB di Jembatan Kampung Puncaklimus, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Kendaraan Granmax dengan plat nomor D 1013 AHN jatuh ke dasar tebing dalam kondisi bagian depan kendaraan menghadap lurus ke bawah.
Personil Pos Pam Tapal Kuda yang bertugas berada sekitar satu kilometer dari tempat kejadian langsung melakukan tindakan cepat. Proses evakuasi berjalan sangat intensif; petugas harus melewati lereng curam di bawah kondisi gelap gulita agar bisa sampai pada korban yang terjebak di dalam kendaraan.
Kondisi saat itu sangat menegangkan mengingat para korban yang masih tersangkut terus berteriak panik. Secara total, terdapat 12 orang di dalam kendaraan tersebut, termasuk pengemudi," kata Pawas Polres Tasikmalaya, Ipda Hendi, SH, yang secara langsung memimpin proses penyelamatan di lokasi kejadian (TKP).
Peristiwa kecelakaan dimulai ketika kendaraan Granmax berwarna hitam yang dikendarai oleh Andika sedang melaju dari arah Salawu menuju Garut. Ketika memasuki daerah turunan dengan belokan tajam tepat di bagian atas jembatan, mobil disinyalir melewati batas lajur ke sisi kanan jalan.
Pada waktu yang sama, sebuah mobil Elf tiba dari arah seberang. Tabrakan hebat tidak bisa dihindari. Mobil Granmax itu kehilangan kontrol, menabrak pagar baja jembatan sehingga pecah, lalu langsung terjatuh ke dalam lereng.
Sialnya, keajaiban masih melindungi para penumpang. Walaupun kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Sejumlah penumpang menderita cedera parah dan yang lainnya hanya mengalami luka minor serta memar," lanjut Ipda Hendi.
Semua korban, yang ternyata adalah penduduk Desa Karangnunggal sedang berada di jalan menuju Bekasi untuk mencari pekerjaan, saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit KHZ Mustafa agar menerima pengobatan intensif. ***
0 Komentar