BERITA TERKINI: Gunung Ili Lewotolok Meletus Pagi Ini, Kolom Abu 500 Meter

Ringkasan Berita:
  • Puncak Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi pada hari Senin (29/6/2026) sekitar pukul 06.51 WITA, diikuti oleh semburan debu yang mencapai ketinggian sekitar 500 meter.
  • Gunung berstatus Level II (Waspad) dengan asap yang muncul menuju arah timur laut serta risiko bahaya terjadi di dekat kawah.
  • Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak 2 kilometer dari kawah dan memakai masker apabila terkena debu vulkanik.

ANTS, LEWOTOLOK - Puncak Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi pada hari Senin (29 Juni 2026), pagi ini, dengan ketinggian kolom asap mencapai 500 meter.

Puncak Gunung Ili Lewotolok berada di Kecamatan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang secara geografis terletak pada koordinat Lintang -8.272° LU dan Bujur 123.505° BT serta memiliki ketinggian mencapai 1423 meter dari permukaan laut.

Gunung Berapi Ili Lewotolok kini berada dalam kondisi siaga dengan tingkat II.

Erupsi Gunung Ili Lewotolok terjadi pada hari Senin, 29 Juni 2026, tepatnya pukul 06:51 WITA. Ketinggian asap yang keluar diperkirakan sekitar 500 meter di atas puncak gunung (sekitar 1923 meter di atas permukaan air laut), demikian disampaikan oleh petugas Posmat Yeremias Kristianto Pugel seperti dilansir dari situs magma.esdm.go.id.

Dia mengatakan bahwa kolom abu tampak berwarna abu-abu dengan intensitas yang lebih tebal menuju arah timur laut. Letusan direkam oleh seismograf dengan amplitudo tertinggi 16,6 mm dan durasi selama 76 detik.

Rekomendasi

Mereka memberikan beberapa saran antara lain:

1. Penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Ili Lewotolok serta para pengunjung/pengelana/wisatawan dimohon untuk tidak masuk atau melakukan kegiatan apapun dalam kawasan berjarak 2 kilometer dari titik aktif Gunung Ili Lewotolok.

2. Mengawasi kemungkinan ancaman bahaya longsor atau aliran batuan cair serta awan panas di wilayah selatan dan tenggara, bagian barat, serta area utara-timur Gunung Ili Lewotolok.

3. Penduduk yang tinggal di dekat Gunung Ili Lewotolok diminta memakai masker pelindung wajah dan alat pendukung lainnya guna menjaga mata dan kulit serta mencegah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) atau masalah kesehatan lainnya, sambil menutupi bak penyimpanan air minum agar tidak terkena debu vulkanik.

4. Pihak pemerintah setempat serta warga selalu bekerja sama dengan Pos Pengawasan Gunung Ili Lewotolok yang berada di desa Laranwutun, kecamatan Ile Ape atau dengan Departemen Vulkanologi dan Penanggulangan Bencana Geologis maupun Instansi Geologi di Bandung guna memperoleh data mengenai kondisi aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

5. Pengembangan kegiatan serta saran teknis mengenai Gunung Ili Lewotolok juga bisa diawasi melalui aplikasi/laman Magma Indonesia (atau dan medsos Balai Geologi, beserta laman resmi Balai Geologi ( (Sumber: magma.esdm.go.id/kgg).

ANTS Berita Lainnya di Google News

Posting Komentar

0 Komentar