Cara cek pengumuman SPMB Kalsel 2026: Link IG sampai ke sekolah ✅

ANTS - Pengumuman hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2026 untuk jenjang SMA sampai dengan SMK diumumkan pada hari ini, Senin tanggal 29 Juni 2026.

Terdapat pula di laman resmi SPMB Kalimantan Selatan yang memberikan informasi mengenai langkah-langkah dalam mengecek hasilnya.

Kami menyampaikan bahwa proses Penerimaan Siswa Baru pada tingkat SMA dan SMK Tahun Ajaran 2026/2027 sudah secara resmi diakhiri. Terimakasih kepada semua warga yang telah ikut serta dalam tahapan pendaftaran dengan baik dan mematuhi aturan yang berlaku. Atas nama sekolah, kami mengucapkan banyak terima kasih bagi partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan registrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penerimaan siswa baru untuk jenjang SMA dan SMK tahun pelajaran 2026/2027 kini telah selesai. Kepada seluruh masyarakat yang telah melaksanakan pendaftaran secara tertib, kami ucapkan rasa terima kasih.

Selanjutnya, pengumuman hasil pemilihan terakhir bisa dilihat sejak tanggal:

29 Juni 2026

Pengumuman kelulusan terakhir bisa diakses melalui:

Papan pengumuman yang ada di setiap sekolah tujuan, atau

Situs web resmi sekolah tujuan Anda

Kami berharap semua siswa serta para orang tua/penjaga agar tetap mengawasi pengumuman sah dari tiap-tiap sekolah dan jangan percaya pada data yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Informasi ini kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. 2. Demikianlah penyampaian informasi ini agar dapat dijadikan perhatian bersama. Terimakasih telah memberikan perhatian. 3. Sebagai penutup, kami menyampaikan informasi tersebut untuk diketahui dan dipertimbangkan secara bersama. Kami menghargai perhatian Anda. 4. Semoga informasi ini bisa menjadi perhatian bersama. Kami berterima kasih atas kepedulian Anda. 5. Dengan demikian, informasi ini kami sampaikan kepada seluruh pihak. Terima kasih sudah meluangkan waktu dan perhatian.

Hormat kami,

Komite Penerimaan Siswa Baru SMP/SMA Tahun Ajaran 2026/2027

Kantor Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Kalimantan Selatan.

Beberapa sekolah sudah memberikan informasi tentang cara mengetahui hasil ujian SMPB.

Misalnya seperti SMAN 4 Banjarbaru, mengunggah pengumuman melalui akun Instagram mereka.

Pengumuman akan diadakan pukul 10.00 WITA.

Hal yang sama juga dilakukan oleh SMKN 4 Banjarmasin, yang merilis metode untuk mengecek hasil SPMB tahun 2026.

Melalui akun Instagramnya, SMKN 4 Banjarmasin akan memberikan pengumuman secara langsung di papan pengumuman sekolah.

Pengumuman hasil sistem penerimaan siswa baru (SPMB) SMK Negeri 4 Banjarmasin tahun pelajaran 2026/2027 akan diumumkan pada hari Senin, tanggal 29 Juni 2026 di papan pengumuman sekolah SMKN 4 Banjarmasin. Jangan lewati kesempatan ini, saudara-saudaraku," tulis akun resmi mereka.

Ombudsman Mengajukan Permohonan Peninjauan Terhadap Jalur Afirmatif Ombudsman Meminta Pemeriksaan Kembali Jalur Afirmasi Ombudsman Berharap Ada Tinjauan Ulang terkait Jalur Afirmasi Ombudsman Menyerukan Evaluasi pada Jalur Afirmative Ombudsman Melakukan Pengusulan Penilaian Kembali atas Jalur Afirmasi Ombudsman Menginginkan Perhitungan Ulang untuk Jalur Afirmasi Ombudsman Memberi Saran Untuk Pemantauan Lebih Lanjut di Jalur Afirmasi Ombudsman Menyarankan Adanya Revisi dalam Jalur Afirmasi Ombudsman Merencanakan Pengecekan ulang terhadap Jalur Afirmasi Ombudsman Mendorong Dilakukannya Analisis Ulang terhadap Jalur Afirmasi

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan mengusulkan kepada pemerintah agar melakukan peninjauan terhadap susunan alokasi kuota di masing-masing jalur dalam sistem penerimaan siswa baru (SPMB) SMA/SMK selevel.

Itu terjadi setelah ditemukan bahwa masih ada kuota yang belum terpenuhi dalam jalur afirmasi dan mutasi di beberapa sekolah.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, Hadi Rahman menyampaikan bahwa situasi ini teridentifikasi ketika lembaganya melangsungkan pengawasan langsung di beberapa sekolah pada masa penyelenggaraan SPMB.

"Masih tersedia jalur dengan kuota yang belum terpenuhi sepenuhnya, khususnya untuk afirmasi dan mutasi. Di sekolah-sekolah yang memiliki banyak pendaftar maupun yang jumlah calon siswanya lebih sedikit, keadaannya hampir serupa," ujarnya pada hari Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan panduan teknis yang berlaku, menurut Hadi, kuota yang belum terpenuhi bisa dialokasikan ke jalur lain. Meski demikian, situasi ini tetap harus dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam menyusun pelaksanaan SPMB tahun depan.

Menurutnya, penilaian harus dilakukan dengan memperhatikan data penggunaan kuota di setiap jalur tertentu.

"Jika nyatanya selama dua atau tiga tahun terakhir kuota afirmasi tidak pernah tercapai, hal tersebut pasti akan menjadi topik pembahasan untuk menentukan apakah presentase yang ditetapkan harus tetap dipertahankan atau disesuaikan," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa penilaian perlu mengacu kepada besarnya kuota, banyaknya peserta yang mendaftar, serta tingkat kekosongan di tiap jalur, mulai dari wilayah tempat tinggal, prestasi akademik, penghargaan khusus hingga pemindahan.

"Data sangat diperlukan dalam pemantauan dan penilaian agar kebijakan selanjutnya betul-betul didasarkan pada kondisi yang ada di lapangan," katanya.

Namun demikian, Hadi menyatakan bahwa kuota afirmasi adalah kebijakan nasional, sehingga pemerintah daerah tetap wajib mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Selain masalah kuota, Ombudsman juga mengidentifikasi berbagai hambatan teknis dalam penyelenggaraan SPMB, antara lain kecepatan akses aplikasi yang menurun saat masa puncak pengajuan dan gangguan akibat pemadaman aliran listrik di beberapa daerah.

"Masih dapat diakses, namun mungkin lebih lambat dibanding kebiasaannya saat jumlah pendaftar meningkat. Ketersediaan jaringan internet serta pasokan listrik merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan proses pendaftaran berlangsung dengan baik," katanya.

Di pihak lain, Ombudsman Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap beberapa sekolah yang menyediakan meja layanan atau helpdesk untuk masyarakat.

Berdasarkan pendapat Hadi, hadirnya layanan helpdesk ini sangat bermanfaat bagi para orang tua dan calon siswa yang menghadapi kendala dalam mengupload dokumen, mengakses aplikasi, serta menarik berkas.

"ini adalah sesuatu yang baik karena berbagai masalah dapat segera terselesaikan di sekolah tanpa perlu semua dibawa ke dinas," katanya.

Ombudsman Kalimantan Selatan menjamin bahwa posko keluhan tetap beroperasi. Pemantauan akan terus dilaksanakan dalam tahapan pasca-pengumuman, termasuk memastikan banyaknya peserta didik yang diterima sesuai dengan kuota yang sudah diumumkan.

(ANTS)

Posting Komentar

0 Komentar