Harga Pertamax Naik, Ojek Ikut Mahal, Warga Antre Pertalite

Ringkasan Berita:
  • Peningkatan harga Pertamax membuat sejumlah penduduk Bondowoso beralih ke mode transportasi yang berbeda setiap hari.
  • Seorang karyawan dari Kecamatan Grujugan memutuskan untuk berkendara sepeda sejauh 10 km setiap harinya demi mengurangi biaya hidupnya.
  • Para pengusaha taksi online beralih sepenuhnya dari Pertamax ke Pertalite dalam menjalankan aktivitas bisnis mereka.
  • Harga jasa ojek di Bondowoso meningkat sebesar Rp1.000 setiap trip karena kenaikan pengeluaran harian.
  • Antrian bahan bakar Pertalite di beberapa pompa bensin memanjang, sedangkan jalur Pertamax tampak lebih kosong.

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) tipe Pertamax menyebabkan masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, lebih membatasi pemakaian kendaraan bermotor guna mengurangi pengeluaran sehari-hari. Selain itu, kenaikan harga Pertamax turut berdampak pada meningkatnya tarif jasa ojek.

Salah satu pihak yang terkena imbasnya ialah Samsuri, penduduk Dusun Grujugan, Kecamatan Grujugan. Lelaki yang biasanya bekerja sebagai supir pick-up di sebuah toko tersebut memilih tak lagi mengendarai sepeda motor saat pergi ke tempat kerjanya.

Mobil Jupiter yang selama ini digunakan kini ditinggalkan di rumah. Alih-alih, Samsuri lebih memilih bersepeda untuk mengurangi biaya belanja dalam situasi perekonomian yang sulit serta naiknya harga barang kebutuhan pokok.

"Bapak mulai hari ini bersepeda ontel ke tokoh," kata Samsudin, anak dari Samsuri, ketika dihubungi pada Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan penjelasan Samsudin, ayahnya sebelumnya sering memakai Pertamax maupun Pertalite secara berselingan, tergantung situasi antrian di pom bensin.

Namun, setelah harga Pertamax meningkat dan antrian bensin Pertalite semakin panjang, keputusan untuk menggunakan sepeda dianggap sebagai opsi terbaik. Setiap hari, Samsuri melakukan perjalanan kira-kira 10 kilometer bolak-balik menuju lokasi pekerjaannya.

"Ya bagaimana lagi, kondisi ekonominya seperti ini," lanjutnya.

Ojek Ikut Naik

Kenaikan harga Pertamax berdampak pada meningkatnya biaya transportasi ojek lokal.

Dani, pemilik jasa ojek lokal Bosjek di Bondowoso, menyebutkan bahwa sebelumnya beberapa pengemudi memilih menggunakan Pertamax untuk membuat waktu kerja menjadi lebih hemat ketika permintaan layanan meningkat.

Namun keadaan sekarang menyebabkan semua mitra beralih memakai Pertalite agar dapat mengurangi pengeluaran bahan bakar, walaupun harus menerima antrian yang lebih lama.

"Saat ini semuanya menggunakan Pertalite," ujar Dani.

Peningkatan biaya operasional berdampak pada harga jasa yang ditawarkan. Bosjek mengambil keputusan untuk meningkatkan tarif sebesar Rp 1.000 per pemesanan.

Berdasarkan pendapat Dani, kebijakan tersebut dibuat sehingga para sopir masih dapat melanjutkan pekerjaan mereka meskipun harga bahan bakar minyak dan kebutuhan dasar meningkat.

"Ya, kami meningkatkan biaya layanan sebesar Rp1.000," katanya.

Observasi langsung di lokasi mengindikasikan adanya pergeseran dalam kebiasaan penggunaan bahan bakar minyak pada beberapa pompa bensin.

Pada SPBU Kembang, hari Jumat (12/6/2026) kira-kira jam 16.22 WIB, antrian mobil di jalur Pertalite terlihat membentang hingga sekitar lima meter. Di sisi lain, jalur isi ulang Pertamax nampak cukup kosong.

Keadaan yang sama juga berlangsung di SPBU Tamansari pada sekitar pukul 10.00 WIB. Antrian untuk Pertalite mencapai kurang lebih tujuh meter, sementara antrian Pertamax hanya ditempati oleh beberapa kendaraan saja.

Perubahan tersebut mencerminkan perpindahan preferensi pelanggan menuju bahan bakar minyak dengan harga yang lebih murah sebagai tanggapan atas naiknya harga Pertamax.

Posting Komentar

0 Komentar