Murid Gagal SPMB Jabar 2026 Dialihkan ke Swasta, Dedi Jamin Gratis untuk Tak Mampu

Ringkasan Berita:
  • Kemarahan Orang Tua: Dedi Mulyadi menyatakan bahwa kekesalan para orang tua terkait kompetisi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jawa Barat Tahun 2026 disebabkan oleh kesalahan pemerintah akibat jumlah kuota pendidikan swasta yang tidak memadai.
  • Ikuti Aturan Pusat: Seleksi SPMB Jawa Barat tahun 2026 saat ini masih berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Solusi Swasta: Anak-anak yang gagal diterima di sekolah negeri dialihkan ke pendidikan swasta, dengan biaya gratis untuk mereka yang kurang mampu.

Ants Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan pendapatnya terkait kompetisi untuk pendaftaran siswa baru di sekolah negeri melalui sistem penjaringan murid baru (SPMB) tahun 2026.

Baru-baru ini, SPMB Jawa Barat Tahun 2026 menjadi perbincangan hangat terutama di kalangan peserta didik serta para orang tua atau wali yang merasa kesal dan kecewa dengan proses pendaftaran yang sedang berjalan.

Dedi Mulyadi merespons sebuah video yang memperlihatkan emosi para orang tua atau wali melalui unggahannya di TikTok pada hari Jumat (11/6/2026).

Berdasarkan pendapat Dedi Mulyadi, para orang tua merasa kecewa lantaran putra-putri mereka terpaksa berkompetisi dengan peserta didik baru, yaitu siswa yang gagal diterima di Sekolah Maung, dalam proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Seorang mantan Bupati Purwakarta menyampaikan bahwa marahnya para orang tua karena khawatir putra-putri mereka gagal diterima di sekolah negeri merupakan tanggung jawab pemerintah.

" Hari ini, jika banyak orang tua kecewa karena anak mereka tidak masuk ke sekolah negeri, itu bukan salah para orang tua, melainkan kesalahan kami sebagai pengemban pemerintahan," kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, hal ini terjadi lantaran pemerintah masih kesulitan menyediakan sekolah umum yang memadai untuk siswa-siswa yang mendaftar.

Masih sulit kami menyediakan sekolah umum untuk semua warga negara, demikian pula dengan guru-guru dari pemerintah, ini adalah kelemahan yang terjadi.

"Maka, untuk bisa masuk ke sekolah negeri harus melewati persaingan," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga mengemukakan adanya pandangan tentang penerapan kembali sistem pemilihan siswa baru di sekolah negeri berdasarkan Nilai Ujian Akhir Nasional Asli (NAM). Namun, hal tersebut tidak dapat dilaksanakan.

Saya setuju dengan sistem NEM. Namun, aturan mengenai lulusan serta penerimaan siswa ke sekolah negeri secara keseluruhan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Hanya melaksanakan sesuatu yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jika diberi wewenang, saya akan membuatnya secepat mungkin," ujar Dedi Mulyadi.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi mengimbau para siswa yang gagal dalam SPMB Jabar 2026 agar melamar di sekolah swasta.

"Hal utama saat ini adalah marilah kita bersama-sama mendukung agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan mereka. Untuk yang tidak memiliki kesempatan masuk ke sekolah negeri, masih tersedia opsi sekolah swasta," kata Dedi Mulyadi.

"Bagi para siswa yang orang tua nya kurang mampu, Pemerintah Daerah Jawa Barat menyediakan pembelajaran gratis bagi anak-anak di sekolah swasta," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Bermitra dengan Sekolah Swasta Pemda Jabar Bekerjasama dengan Institusi Pendidikan Negeri dan Swasta Kolaborasi antara Pemprov Jabar dengan Sekolah Mandiri Perjanjian Kemitraan antara Pemerintahan Daerah Jawa Barat dan Sekolah Swasta Bentuk kerja sama yang dilakukan oleh Pemprov Jabar bersama sekolah-sekolah swasta di wilayah tersebut

Sebelumnya dilaporkan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) akan mengalokasikan siswa baru yang gagal dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 ke sekolah menengah atas/sederajat swasta yang bekerja sama.

Selanjutnya, siswa yang mendaftar ke sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan swasta dapat memperoleh bantuan dana pendidikan melalui sistem beasiswa.

Berdasarkan laporan @disdikjabar, pada hari Selasa (2/6/2026), pendistribusian siswa baru ke sekolah menengah atas/sederajat swasta melalui kolaborasi tersebut dilakukan sebelum SPMB Jawa Barat 2026 usai.

"Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah berkoordinasi serta memberi bimbingan kepada Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) menyongsong pendistribusian calon peserta didik (CPD) setelah SPMB Maung maupun SPMB Reguler," demikian tercantum dalam unggahan Disdik Jawa Barat.

Berikut adalah beberapa kriteria penerimaan siswa baru yang gagal dalam SPMB 2026 untuk masuk ke SMA atau SMK swasta mitra, antara lain:

1. Domisili dan Akses: Siswa calon yang tinggal dekat Sekolah Maung tetapi gagal masuk ke sekolah negeri memiliki hak untuk diterima dengan memperhatikan jumlah kuota yang ditentukan bersama.

2. Tanpa Batasan Ekonomi: Sistem ini berlaku bagi semua tingkatan masyarakat, tanpa memandang kondisi ekonomi seseorang.

3. Program Bantuan Studi SSK: Berdasarkan petunjuk Gubernur Jawa Barat, siswa yang memenuhi syarat berhak mendapatkan bantuan dana pendidikan dalam bentuk Dana Sumpangan Pendidikan (DSP) sebesar maksimum Rp1,5 juta serta Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) hingga Rp100.000 setiap bulannya.

Daftar Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang Bekerjasama

Ini merupakan daftar sekolah menengah atas/sederajat swasta yang memiliki kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat:

SMA Swasta

1. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Madinah, Kabupaten Bogor

2. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Rahmaniyah, Kabupaten Bogor

3. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Taman Siswa Bogor Tengah, Kota Bogor

4. Sekolah Menengah Atas Bina Sejahtera, Kota Bogor

5. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Islam Yayasan Pendidikan Putra Dharma, Kota Depok

6. Sekolah Menengah Atas Global Persada Mandiri, Kota Bekasi

7. Sekolah Menengah Atas Pusaka Nusantara 2, Kabupaten Bekasi

8. Sekolah Menengah Atas PGRI 1 Subang, Kabupaten Subang

9. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Subang, Kabupaten Subang

10. Sekolah Menengah Atas PGRI 1 Purwakarta, Kabupaten Purwakarta

11. Sekolah Menengah Atas PGRI 3 Purwakarta, Kabupaten Purwakarta

12. Sekolah Menengah Atas (SMA) Kosgoro Karawang, Kabupaten Karawang

13. Sekolah Menengah Atas Negeri Korpri Karawang, Kabupaten Karawang

14. Sekolah Menengah Atas Negeri Islam Terpadu Insani, Kabupaten Sukabumi

15. Sekolah Menengah Atas Swasta Islam Terpadu Al Fath, Kabupaten Sukabumi

16. Sekolah Menengah Atas Mutiara, Kabupaten Sukabumi

17. Sekolah Menengah Atas Nurul Huda, Kabupaten Sukabumi

18. Sekolah Menengah Atas Al-Aziz Pesantren Islam, Kabupaten Bandung Barat

19. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Pasundan 1 Cianjur, Kabupaten Cianjur

20. Sekolah Menengah Atas Negeri, Kota Bandung

21. Sekolah Menengah Atas Al Falah di Kota Bandung, Kota Bandung

22. Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemala Bhayangkari, Kota Bandung

23. Sekolah Menengah Atas (SMA) Pasundan 3, kota Cimahi

24. Sekolah Menengah Atas Soreang Putra, Kabupaten Bandung

25. Sekolah Menengah Atas Sapta Dharma, Kabupaten Bandung

26. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Insan Sejahtera, Kabupaten Sumedang

27. Sekolah Menengah Atas PGRI 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka

28. Sekolah Menengah Atas PGRI 1 Sindang, Kabupaten Indramayu

29. Sekolah Menengah Atas Negeri PGRI 2 Sindang, Kabupaten Indramayu

30. SMA Swasta Telkom Sekar Kemuning, Kabupaten Cirebon

31. Sekolah Menengah Atas PGRI Palimanan, Kabupaten Cirebon

32. Sekolah Menengah Agama Swasta Islam Plus Baitussalam Kuningan, Kabupaten Kuningan

33. Sekolah Menengah Atas Ciledug Al-Musaddadiyah, Kabupaten Garut

34. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Tasikmalaya, kota Tasikmalaya

35. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Islam Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya

36. Sekolah Menengah Atas Negeri Plus Ilmu Komputer, Kabupaten Ciamis

37. Sekolah Menengah Atas Negeri Plus Darussalam, Kabupaten Ciamis

38. Sekolah Menengah Atas Al Azhar, Kota Banjar

39. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Pangandaran, Kabupaten Pangandaran

SMK Swasta

1. Sekolah Menengah Kejuruan Mekanik Cibinong, Kabupaten Bogor

2. Sekolah Menengah Kejuruan Bangun Nusa Bangsa, Kabupaten Bogor

3. Sekolah Menengah Kejuruan Baranangsiang, Kota Bogor

4. Sekolah Menengah Kejuruan Al Muhtadin, Kota Bekasi

5. Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Harapan Bunda Cibadak, Kabupaten Sukabumi

6. Sekolah Menengah Kejuruan Taman Siswa Cibadak, Kecamatan Sukabumi

7. Sekolah Menengah Kejuruan Sinar Parahyangan, Kabupaten Cianjur

8. Sekolah Menengah Kejuruan Wiraswasta, Kota Cimahi

9. Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Industri Pembangunan, Kota Cimahi

10. Sekolah Menengah Kejuruan Merdeka Soreang, Kabupaten Bandung

11. Sekolah Menengah Kejuruan Genius Bandung, Kabupaten Bandung

12. Sekolah Menengah Kejuruan PUI Majalengka, Kabupaten Majalengka

13. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) KORPRI Majalengka, Kabupaten Majalengka

14. Sekolah Menengah Kejuruan Maritim Cirebon, Kabupaten Cirebon

15. Sekolah Menengah Kejuruan Ciledug Al Musaodadiyah, Kabupaten Garut

16. Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Perguruan Putra Tasikmalaya di Kabupaten Garut

17. Sekolah Menengah Kejuruan Manangga Pratama, Kota Tasikmalaya

18. Sekolah Menengah Kejuruan Al Ikhwan, Kota Tasikmalaya

19. Sekolah Menengah Kejuruan Putera Pangandaran, Kabupaten Pangandaran

Baca artikel Antslainnya di Google News .

Posting Komentar

0 Komentar