Ants Sementara perselisihan masih berlangsung dengan Sarwendah, Ruben Onsu mengakui adanya momen terberat dalam hidupnya sebagai seorang ayah.
Tidak berkaitan dengan masalah biaya hidup atau perdebatan yang sering dibicarakan masyarakat, tetapi kata-kata yang keluar dari mulut anak bungsu mereka, Thania.
Pembicara itu merasa terkejut ketika mendengar seorang anak kecil menyampaikan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang dewasa.
Sebelum masalah hak untuk bertemu dengan anak menjadi sorotan publik, Ruben mengakui bahwa ia telah menyadari adanya perubahan dalam tingkah laku putrinya.
Pernyataan Thania yang Menghentikan Kata-Kata Ruben Kata-kata Thania yang Menjadikannya Bungkam Perlahan Ucapkan Thania Hingga Ruben Tidak Dapat Berkata Apa-Apa Kalimat Thania yang Membiarkan Ruben Tetap Berdiam Dirinya Ujaran Thania yang Membuat Ruben Tak Bergeming Makna di Balik Kalimat Thania yang Bikin Ruben Senyum Kehilangan Kata Lontaran Pemikiran Thania yang Menjebak Ruben dalam Kesunyian Bicara Thania yang Mendadak Membuat Ruben Terpaku Aksi Ucapan Thania yang Mengubah Sikap Ruben Secara Drastis Saat Thania Bersuara, Semua Orang Jadi Tenang dan Ruben Pun Ikut Bungkam
Ruben menyebutkan bahwa perubahan tersebut tampak dari ucapan putranya pada berbagai kesempatan.
"Maka kita mengetahui adanya perubahan pada dirinya, terlihat dari perkataannya," katanya.
Salah satu peristiwa yang sangat berkesan terjadi saat dia mengantarkan Thania ke sekolah. Pada kesempatan tersebut, Ruben menyebutkan kedatangannya di rumah duka ayah Sarwendah.
Tetapi respons yang ia terima melebihi ekspektasi.
"Saat saya mengantarkan putra ke sekolah, lalu saya katakan pada Thania, 'Tadi pagi ayah datang ke rumah duka,' kemudian ia menjawab, 'Ya benar, ayah pergi ke tempat pengajuan citra ayahnya,'" cerita Ruben.
Setelah mendengar itu, Ruben mengakui merasa kaget dan berusaha mengetahui dari mana anaknya mempelajari kata-kata tersebut.
Ia menganggap bahwa Thania sama sekali tidak memahami makna dari kata-kata yang dia ucapkan.
"Maka saya langsung seperti itu ya Allah, bagaimana perasaanmu menghadapi pertanyaan itu? Kok kamu tahu istilah yang dipakai untuk mencitrakan diri, apakah memang ada pengertian tentang pencitraan? Dia bilang saja 'Aku tidak tahu artinya kata tersebut'," jelas Ruben.
Maka dari itu, Ruben menyangka adanya dampak dari lingkungan sekitar yang memengaruhi anaknya dalam mengetahui kata-kata tersebut.
Perhatian Ruben hanya berfokus pada pertemuan dengan anaknya Hanya ingin bertemu anak, itu yang menjadi fokus Ruben Ruben lebih menginginkan kesempatan untuk menemui anaknya Yang dikejar oleh Ruben hanyalah kesempatan untuk bersua dengan anaknya Tujuan utama dari Ruben adalah bisa bertemu dengan anaknya
Sementara berbagai dugaan muncul, Ruben menyatakan bahwa masalah pokok yang ingin dia pertaruhkan hanya kesempatan untuk bertemu dengan dua anaknya.
Berdasarkan pendapat Ruben, permasalahan ini sebenarnya dapat terselesaikan jika perhatian tetap tertuju pada topik yang relevan saja.
"Ini adalah topik yang sedang mereka bahas mengenai pertemuan antara orang tua dan anak. Jika benar-benar ingin semua masalah terselesaikan, cukup dengan satu saja pertanyaan, yaitu terkait anak, sudah selesai. Tidak perlu membicarakan hal lain," katanya.
Dia juga menyangkal tuduhan bahwa dia iri terhadap kehidupan pribadi eks istri yang sekarang.
Untuk Ruben, hal utama ialah selalu dapat menjadi seorang ayah bagi Thalia dan Thania.
"Ini anakku, dia adalah darah dagingku, aku masih hidup," tambahnya.
"Yang lagi sibuk galau-galauan, itu oke, jangan katakan aku iri. Aku hanya ingin dia sebagai anak, sudah cukup sampai di situ saja," tambah Ruben.
Ruben juga merasa memiliki hak untuk memberi penjelasan tentang alasan di balik keputusannya menghentikan pembayaran uang saku bulanan yang sebelumnya diberikan.
"Siaran mana saja bisa diberi kesempatan untuk merespons agar seimbang," ujar Ruben.
Niat Rebut Hak Asuh
Kondisi yang semakin memburuk menyebabkan Ruben mulai berpikir untuk mengambil tindakan hukum yang lebih keras.
Wewenang hukumnya, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa niatan untuk melakukan tuntutan hak pengasuhan sekarang lebih kokoh.
Berdasarkan penjelasan Minola, salah satu faktornya ialah popularitas video live TikTok yang menampilkan tanggapan anak perempuan Ruben ketika ditanyakan tentang ayahnya.
"Banyak anak yang berada di sekitar orang tua yang belum matang secara emosional. Tanggapan mereka tampak sama sekali tanpa rasa simpati terhadap bapaknya," ujar Minola ketika diwawancara melalui Zoom, pada hari Rabu (10/6/2026).
"Anak kecil tidak bisa dianggap biasa jika tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya," tegas Minola.
Selain itu, Ruben dikabarkan tidak setuju terhadap partisipasi anak-anak dalam acara live streaming sampai larut malam.
Mereka merasa sulit memahami alasan sibuk yang sering diungkapkan saat Ruben ingin berjumpa dengan anaknya.
"Apakah yang dimaksud dengan kegiatan live TikTok di malam hari? sangat menyesal jika anak terlibat dalam aktivitas semacam ini, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dengan ayahnya secara lebih bermakna," tambah Minola.
Komunikasi Disebut Semakin Sulit
Minola juga menyampaikan bahwa komunikasi antara Ruben dan anak-anaknya saat ini sedang terganggu.
Bahkan, pesan yang dikirim oleh Ruben dilaporkan hanya menerima jawaban beberapa minggu setelahnya.
"Bayangkan, pesan dari ayahnya pada bulan April hanya dibales di bulan Mei. Kualitas komunikasi yang sangat rendah itu membuat Ruben merasa seolah-oleh tidak mengenal siapa pun. Bahkan hal tersebut menyebabkannya kehilangan keyakinan diri dalam bertemu dengan putranya akibat situasi yang terkesan kaku," ujar sang pengacara.
Berdasarkan penjelasan Minola, Ruben masih memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ayah dengan menanggung biaya pendidikan serta kebutuhan anaknya yang besarnya mendekati Rp200 juta per bulan.
Namun di pihak lain, Ruben merasa semakin terpisah dari beberapa peristiwa penting dalam hidup anak-anaknya.
"Itu yang menyebabkan Ruben sedih. Bagaimana mungkin ia menghabiskan uang untuk kebutuhan anak tetapi merasa tidak memiliki anak karena tidak pernah bertemu dan tidak diajak berdiskusi?" kata Minola.
Menghadapi keadaan ini, pihak Ruben dikatakan sedang menyiapkan tindakan hukum mengenai hak pengasuhan jika kondisi tetap tidak berubah.
" Hari ini, kepercayaan untuk mengambil langkah-langkah hukum demi memperoleh hak asuh tersebut makin bertambah kuat. Ruben tak ingin masa depan kepribadian putra-putrinya rusak akibat dampak lingkungan yang negatif," ujar Minola.
Artikel telah terbit di BanjarmasinPost
(*/ Ants)
Lihat artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News
Juga ikut serta dalam informasi yang lain melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Chanel WA
Berita populer lainnya di Tribun Medan
0 Komentar