Ants - Kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat diprediksi kembali naik dalam perdagangan hari Kamis (11/6), setelah sebelumnya meningkat 144 poin di sesi perdagangan Rabu (10/6). Economist, Ahli Moneter, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa pergerakan kurs Rupiah melawan Dolar AS tetap cenderung bervariasi akibat kondisi internal maupun luar negeri.
"Pada perdagangan hari Jumat (11/6), nilai tukar Rupiah bergerak naik turun tetapi akhirnya menunjukkan penguatan di rentang Rp 17.900 hingga Rp 18.950," kata Ibrahim dalam pernyataan yang diterimanya pada hari Jumat (11/6).
Ibrahim mengungkapkan bahwa ada berbagai faktor positif dan negatif dari dalam maupun luar negeri yang dapat memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat. Dari sudut pandang eksternal, ketakutan para pelaku pasar terhadap sejumlah isu baik itu berasal dari dalam maupun luar negeri juga turut memengaruhi fluktuasi kurs Rupiah terhadap dolar AS.
Naiknya harga minyak global hingga sekitar 1 persen meningkatkan ketakutan bahwa kenaikan biaya bahan bakar bisa menggerakkan laju inflasi serta menyulitkan proyeksi kebijakan Bank Sentral AS.
Di samping itu, proyeksi inflasi yang stabil terus berlanjut membuat para investor menurunkan harapan akan pengurangan tingkat suku bunga di Amerika Serikat. Lebih dari 70 persen peserta pasar menduga adanya kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Desember.
"Return obligasi pemerintah masih berada di dekat tingkatan tertinggi selama beberapa bulan terakhir meskipun dollar bertahan kokoh menyusul pengumuman data inflasi," tulis ibrahim.
Ibrahim berkata bahwa para pemain di pasar domestik merespons positif peningkatan suhu bunga Bank Indonesia sebesar 25 titik dasar menjadi 5,5 persen pada Selasa, dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pasca-seringkali mencatatkan level terendah baru.
Peningkatan tingkat bunga dasar juga mendukung pemerintah dalam penawaran surat utang jangka panjang selama 10 tahun, dengan tingkat bunga sebesar 7,4 persen yang diharapkan dapat mengundang kembalinya para investor lokal dan asing untuk membeli SUN.
"Keyakinan semakin kuat dengan pernyataan Dana Kekayaan Negara Danantara bahwa mereka tidak akan memperoleh keuntungan dari ekspor komoditas strategis serta menjunjung tinggi kontrak-kontrakt yang berada dalam kerangka pemerintahan pusat baru," katanya.
0 Komentar