Sekjen AMBI: Teknologi Cepat Berkembang, Pembeli Mobil Listrik Bekas Diminta Waspada

Ketua Umum AMBI Mengingatkan Perkembangan Cepat Teknologi, Pembeli Kendaraan Listrik Bekas Dianjurkan Lebih Berhati-hati

Ketua Umum AMBI Mengingatkan Perkembangan Cepat Teknologi, Pembeli Kendaraan Listrik Bekas Dianjurkan Lebih Berhati-hati

Ricky mengusulkan agar konsumen yang ingin berpindah ke mobil listrik sebaiknya memilih pembelian unit terbaru jika anggarannya cukup.

ANTS/ News

M. Adam Samudra 29 Juni, pukul 09.49 29 Juni, pukul 09.49 ANTS - Harga kendaraan bermotor listrik second sedang mengalami perubahan di pasaran.

Keadaan ini mendorong sejumlah pengguna untuk mempertimbangkan kendaraan bertenaga listrik sebagai pilihan mobilitas harian mereka.

Namun, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Ricky Prawiro, menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik bekas memiliki ciri khas yang berbeda dari mobil dengan mesin bakar dalam (ICE).

Berdasarkan pendapat Ricky, tingkat kemajuan teknologi kendaraan bertenaga listrik menyebabkan nilai mobil dapat berfluktuasi lebih cepat.

"Bila mobil berbahan bakar minyak mengalami perubahan teknologi secara bertahap, namun mobil listrik saat ini berkembang dengan pesat, hampir sama seperti ponsel," kata Ricky.

Dia memberikan contoh perbedaan teknologi antara versi awal mobil Hyundai IONIQ dibandingkan dengan model yang dijual pada masa kini.

"IONIQ pada masa awalnya sangat berbeda dengan versi terbaru. Mulai dari teknologi baterai, fitur keamanan hingga kemampuan sistem pendukung pengemudian," ujarnya.

Oleh karena itu, Ricky menyarankan para pengguna yang ingin berpindah ke kendaraan elektrik sebaiknya memilih pembelian unit terbaru jika memiliki anggaran cukup.

"Bila membeli kendaraan listrik, saya lebih merekomendasikan untuk memilih yang baru dan digunakan hingga masa pemakaiannya berakhir. Saat ini, opsi mobil listrik baru telah semakin beragam dengan harga yang kian murah," ujarnya.

Di pihak lain, Ricky menganggap kendaraan bertenaga listrik memiliki berbagai keuntungan terkait biaya pengoperasian.

Selain biaya pengisian baterai yang tergolong rendah, mobil listrik juga memberikan beban pajak tahunan yang lebih sedikit dan memiliki kemajuan teknologi yang kian berkembang.

"Sekarang mobil listrik telah dilengkapi dengan sistem perawatan jalur, kendali jarak kruis adaptif, bahkan fitur pengemudi otonom di negara-negara yang regulasinya sudah siap menerima teknologi tersebut. Hal ini merupakan arah perkembangan industri otomotif berikutnya," kata Ricky.

Walaupun demikian, dia menyatakan bahwa para pengguna masih harus mengamati keadaan baterai, catatan perawatan, dan kemajuan teknologi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan listrik secondhand.

"Jangan hanya memperhatikan harga yang terlihat rendah. Hal utama ialah mengenali teknologi yang dipakai serta keadaan mobil pada masa kini," ujar Ricky.

Copyright ANTS2026

Related Article

Posting Komentar

0 Komentar