Ringkasan Berita:
- Gunung Lewotobi Laki-laki dalam status Level III (Siaga) serta telah meletus sebanyak tiga kali dalam enam jam terakhir (00.00-06.00 WITA).
- Letusan menghasilkan semburan debu yang mencapai ketinggian 300 hingga 500 meter di atas puncak gunung, menyebar ke arah utara, timur laut, tenggara, dan selatan.
- Warga diminta untuk menghindari aktivitas di area yang berjarak 5 kilometer, waspada terhadap aliran lumpur ketika turun hujan, serta memakai masker apabila terjadi hujan debu.
ANTS, LEWOTOBI - Pegawai Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, memberikan laporan mengenai keadaan gunung tersebut dalam kurun waktu enam jam pada hari Senin (29/6/2026), yaitu pukul 00:00 hingga 06:00 WITA.
Puncak Gunung Berapi Lewotobi Laki-laki berada di wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terletak pada koordinat lintang -8.5389°LS dan bujur 122.7682°BT serta mempunyai ketinggian sekitar 1584 meter di atas permukaan laut.
Gunung Berapi Lewotobi Laki-laki berada pada tingkat III atau siaga.
"Observasi visual, gunung berapi tampak jelas hingga tertutup kabut 0-I. Dilihat adanya asap kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas rendah hingga sedang, mencapai ketinggian sekitar 50-100 meter di atas puncak. Cuaca cerah sampai agak mendung, angin lemah menuju arah utara dan tenggara," tulisnya dilansir dari situs magma.esdm.go.id.
Ilmu iklim, kondisi langit cerah sampai berawan, angin yang redah menuju utara serta timur laut. Suhu udara kisaran 19-22 derajat Celsius.
Pengamatan Kegempaan
Tiga kali gempa yang terjadi akibat letusan atau erupsi memiliki amplitudo berkisar antara 29,6 hingga 47,3 milimeter, serta durasi gempa mencapai 40 sampai 76 detik.
Dua kali guncangan gempa yang memiliki amplitude berkisar antara 10,5 hingga 29,6 mm, serta durasi getaran selama 31 sampai 33 detik.
Dua kali getaran tidak harmonis dengan amplitudo berkisar antara 2,9 hingga 7,4 milimeter, serta durasi gempa mencapai 77 sampai 93 detik.
Satu gempa frekuensi rendah dengan amplitude sebesar 4,4 mm, serta durasi gempa selama 24 detik.
Satu gempa vulkanik dalam dengan amplitude sebesar 10,5 mm, selisih waktu gelombang P dan S yaitu 1,8 detik serta durasi getaran mencapai 19 detik.
3 Kali Erupsi
Letusan pertama terjadi pada pukul 00:20 WITA dengan ketinggian kolom asap yang terlihat sekitar 300 meter di atas puncak gunung (sekitar 1884 meter di atas permukaan air laut).
Semburan abu memiliki warna kelabu dengan ketebalan yang meningkat menuju arah timur laut dan selatan. Letusan tersebut tertangkap oleh seismograf dengan amplitude puncak mencapai 47,3 mm dan berlangsung selama 40 detik.
Eruption kedua terjadi pada pukul 00:47 WITA dengan ketinggian kolom asap yang terlihat sekitar 500 meter di atas puncak gunung (sekitar 2084 meter di atas permukaan air laut). Kolom asap tersebut tampak berwarna abu-abu dengan ketebalan yang cukup signifikan mengarah ke utara dan tenggara. Erupti ini direkam oleh seismograf dengan amplitude tertinggi mencapai 47,3 mm dan lamanya selama 46 detik.
Eruption ketiga, pada pukul 06:01 WITA dengan ketinggian kolom asap yang terlihat sekitar 400 meter di atas puncak gunung (sekitar 1984 meter di atas permukaan air laut).
Lempeng abu terlihat berwarna abu-abu dengan ketebalan yang meningkat ke arah utara dan tenggara. Letusan tersebut tertangkap oleh seismograf dengan amplitudo puncak mencapai 29,6 mm dan lamanya selama 53 detik.
Level III
Kegiatan vulkanik pada Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meningkat secara mencolok. Pusat Observasi Vulkanologi secara resmi menaikkan tingkat peringatan dari Level II (Waspadai) ke Level III (Siagakan), hari Selasa (12 Mei 2026).
Kepala Stasiun Observasi Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph, mengatakan bahwa peningkatan status tersebut berdasarkan data pengawasan kegiatan vulkanik dari tanggal 1 hingga 11 Mei 2026 yang menunjukkan adanya peningkatan yang mencolok, khususnya untuk gempa vulkanik dangkal.
"Kenaikan aktivitas mengindikasikan adanya aliran magma atau cairan magmatis dari dalam bumi yang cukup besar masuk ke sistem gunung berapi," katanya.
Pada masa observasi ini, gempa vulkanik dalam (VA) tercatat sebanyak 21 hingga 32 kali per hari di awal bulan Mei, lalu mengalami penurunan tetapi masih melebihi tingkat biasanya. Di samping itu, gempa tremor non-harmonik juga diamati memiliki intensitas yang tinggi dan konsisten, dengan titik tertinggi mencapai 27 kali per hari.
Keadaan ini memperlihatkan bahwa sistem fluida pada lapisan atas pegunungan masih dalam kondisi aktif serta terus bergerak. Di sisi lain, gempa Low Frequency (LF) cenderung kecil, tetapi menunjukkan adanya respon tekanan yang berasal dari kedalam menuju permukaan.
Berdasarkan observasi visual, kegiatan di permukaan seperti longsoran dan semburan pernah terlihat dalam beberapa hari pertama bulan Mei. Awan asap solfatarik juga diamati dari sisi utara-barat kawah.
Data deformati dari tiltmeter Wolorona (WLR2) juga menunjukkan terjadinya inflasi yang mengarah pada meningkatnya tekanan di bagian dalam kawah vulkanik. Pola tersebut mendukung asumsi bahwa sistem magmatis Lewotobi sedang berada dalam tahap pemenuhan tekanan kembali.
Imbauan Keselamatan untuk Warga
Berdasarkan hasil analisis tersebut, kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini sedang memasuki tahap meningkatnya tekanan magma yang bisa semakin parah apabila tekanan terus naik di area permukaan bumi.
Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari kalimat tersebut: 1. Dengan peningkatan tingkat peringatan ini, warga dan para pengunjung diminta agar menghindari kegiatan di area berjarak lima kilometer dari titik aktif gunung. 2. Masyarakat serta turis dianjurkan untuk tidak melaksanakan aktivitas apapun dalam jarak lima kilometer dari lokasi letusan gunung setelah adanya kenaikan status. 3. Karena naiknya level ancaman, penduduk dan pelaku wisata disarankan menjauhi wilayah yang berada pada radius lima km dari sumber aktivitas vulkanik. 4. Imbauan diberlakukan kepada masyarakat dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas apa pun sekitar lima kilometer dari pusat ketidakstabilan gunung. 5. Akibat meningkatnya kondisi darurat, semua orang diharapkan tidak berkeliaran dalam radius lima mil dari inti aktivitas gunung.
Di samping itu, penduduk di sekitar wilayah rentan bencana dimohon untuk waspada akan kemungkinan terjadinya banjir lahar, terutama ketika turun hujan deras, khususnya pada daerah-aliran sungai yang memiliki hulu dari Gunung Lewotobi Laki-laki seperti Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, sampai dengan Nurabelen.
Warga juga dianjurkan memakai masker atau alat penutup wajah ketika terjadi hujan abu guna mencegah masalah pada sistem pernafasan.
ANTS Berita Lainnya di Google News
0 Komentar