Universitas Murni Teguh Dapatkan Izin Prodi Kedokteran Berstandar Internasional

Universitas Murni Teguh mendapatkan persetujuan untuk membuka prodi kedokteran dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, yaitu Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A., Ph.D, pada hari Kamis (11/6). Calon mahasiswa jurusan kedokteran di universitas tersebut, yang dikelola oleh Yayasan Tapeumulia Bangsa, akan didukung oleh 11 fasilitas rumah sakit milik kampus sendiri.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Murni Teguh akan mendapatkan pendidikan dengan standar global. Para calon mahasiswa yang diterima diharapkan datang dari beragam wilayah di Tanah Air agar nantinya setelah menyelesaikan studi mereka bisa kembali ke daerah asalnya dan memberikan pelayanan kepada masyarakat lokal.

Persetujuan untuk membuka Program Studi Kedokteran jenjang Sarjana serta Program Studi Pendidikan Profesi Dokter jenjang Profesional di Universitas Murni Teguh ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nomor: 598/B/O/2026 tanggal 2 Juni 2026 yang disahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi selaku perwakilan dari Menteri Diktisaintek.

Keputusan tersebut diterima oleh Tjin Then Chun (pendiri Yayasan Tapeumulia Bangsa) bersama Dr. Mutiara, MHA, MKT (Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa), Seriga Banjarnahor, Ph.D (Rektor), serta dr. Erwin Handoko, M.Ed, Ph.D (Wakil Rektor I) di kantor LLDikti Wilayah I Jalan Sempurna Medan.

Rektor Lembaga Layanan Diklat Perguruan Tinggi Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A., Ph.D menyampaikan rasa gembira atas diperolehnya ijin pendirian Program Studi Kedokteran di Universitas Murni Teguh. Dia menekankan kepada rektor serta kepala program studi untuk lebih fokus pada mutu siswa. Mengingat setidaknya sebanyak 80 persen calon mahasiswa harus dapat lulus. Di tahun ketiga berdirinya program studi tersebut wajib melakukan proses re-akreditasi," ujarnya.

Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A, Ph.D menyampaikan bahwa selama menjabat pimpinan di LLDikti Wilayah I, ia memberikan tujuh izin pendirian program studi kedokteran, yang mencakup tiga izin bagi tiga institusi pendidikan tinggi di Deliserdang, salah satunya adalah Universitas Murni Teguh.

Ketua LLDikti Wilayah I mengingatkan pihak universitas yang dikelola oleh Murni Teguh untuk lebih memperhatikan nilai ambang batas serta kondisi mental para calon mahasiswa jurusan kedokteran. "Jika ada tambahan kemampuan berbahasa Inggris, maka mereka perlu dilatih," ujarnya.

Cin Thian Choon (pendiri Yayasaan Tapeumulia Bangsa) mengucapkan terima kasih atas beragam informasi, saran, serta dukungan dari ketua LLDikti Wilayah I bersama stafnya.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Dr. Mutiara, MHA, MKT (Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa). Dia juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan terhadap dikeluarkannya ijin untuk program studi kedokteran. Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa menekankan komitmennya dalam menciptakan tenaga medis yang berkualitas dan unggul, termasuk kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris karena sejumlah besar sumber informasi kesehatan ditulis dalam bahasa tersebut.

Diungkapkan juga bahwa Universitas Murni Teguh telah menjalin kolaborasi di bidang kesehatan bersama banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini sesuai dengan komitmennya untuk melahirkan dokter berkualitas dengan standar terbaik.

Dr. Mutiara, MHA, MKT berharap para calon mahasiswa kedokteran benar-benar memiliki hasrat untuk menjadi dokter yang berasal dari dalam dirinya sendiri serta gigih dan aktif dalam belajar. Ia ingin membantu sesama. "Menjadi dokter yang hebat bukanlah hal yang mudah. Mereka perlu belajar dengan lebih keras dan konsisten. Mereka bertanggung jawab atas jiwa manusia. Jika seseorang tidak menjalani pekerjaannya secara penuh dedikasi dan tidak memiliki nilai yang baik, itu akan menyedihkan bagi dirinya maupun pasien," ujar ketua yayasan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Mutiara, MHA, MKT juga menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit Murni Teguh memprioritaskan pengobatan kanker. "Saya terus-menerus menerima pasien yang telah mencapai tahap tiga atau empat, sehingga kami sulit melakukan intervensi lebih lanjut," katanya.

Oleh karena itu, dia ingin mampu melahirkan para dokter yang memiliki kemampuan dalam membantu orang dengan cara pencegahan serta deteksi dini. "Agar pasien yang datang ke rumah sakit bukanlah mereka yang telah mencapai tahap tiga atau empat," ujarnya.

Dr. Mutiara, MHA, MKT menyebutkan bahwa para mahasiswa jurusan kedokteran Universitas Murni Teguh bukan hanya berasal dari Medan saja. Mereka juga datang dari kota seperti Bandung, Kalimantan, Papua serta wilayah-wilayah lainnya, sehingga dapat membawa ilmu yang didapatkannya ke daerah asal masing-masing.

Di sisi lain, Rektor Universitas Murni Teguh Seriga Banjarnahor, Ph.D menyampaikan kepada Sumut Pos bahwa pihak universitas memberikan apresiasi tinggi terhadap Kementerian Diktisaintek serta LLDikti Wilayah I karena telah memungkinkan pembukaan prodi kedokteran di Universitas Murni Teguh yang nantinya akan menerima sebanyak 50 calon mahasiswa baru.

Mahasiswa potensial, sebagaimana dijelaskan oleh rektor, akan dipilih secara sangat teliti mengikuti aturan penerimaan mahasiswa baru agar nantinya mampu menjadi dokter yang berkualitas dan berprofesionalisme tinggi. Universitas sudah memberikan sarana yang sangat baik serta teknologi canggih. Koordinator prodi, dekan beserta civitas akademis kedokteran mendapatkan dukungan dari fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kualitas pengajaran bagi calon-calon dokter tersebut.

Kemampuan kami memungkinkan dokter untuk melakukan diagnosis awal terhadap pasien kanker. Hal ini berkat keistimewaan rumah sakit kami di bidang pengobatan kanker dan penyakit jantung. Kelebihan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan kami dari fakultas kedokteran di universitas lainnya.

Di masa depan, kata rektor, Universitas Murni Teguh akan terus tumbuh menjadi lebih unggul serta menyediakan jurusan-jurusan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Tanah Air maupun global. Menurutnya, sebelas rumah sakit milik universitas tersebut yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini memerlukan jumlah tenaga medis yang besar. "Ada satu rumah sakit lagi yang tengah dalam proses pembangunan. Kami sangat membutuhkan banyak dokter," ujar rektor. (dmp)

Posting Komentar

0 Komentar