Tiga Daerah di Kaltim Masih Miliki Rumah Tangga Tanpa WC

Ringkasan Berita:
  • Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) lewat survei Susenas bulan Maret 2025 mengungkapkan bahwa terdapat keluarga di tiga wilayah Kalimantan Timur yang masih tidak memilik sarana pembuangan limbah cair.
  • Kabupaten Mahakam Ulu memiliki tingkat terbesar keluarga yang tidak memiliki sarana buang air besar.
  • Di tingkat provinsi, sebanyak 95,38 persen keluarga di Kalimantan Timur sudah dilengkapi dengan sarana pembuangan air besar mandiri.

ANTS - Ketersediaan sarana sanitasi yang memadai merupakan salah satu faktor utama untuk menilai tingkat kesejahteraan penduduk.

Di Provinsi Kalimantan Timur, kebanyakan keluarga sudah dilengkapi dengan sarana pembuangan limbah tinja mandiri.

Namun, data terkini mengindikasikan bahwa masih ada beberapa keluarga yang belum memilikinya dan kewajiban menggunakan opsi lain atau bahkan tidak mendapatkan akses sama sekali.

Laporan ini tersedia dalam penerbitan Badan Pusat Statistik (BPS) lewat Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2025 yang menggambarkan situasi kepemilikan serta pemakaian sarana pembuangan sampah tinja di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur.

Secara keseluruhan, tingkat kebersihan dan fasilitas sanitasi di Kalimantan Timur termasuk dalam kategori yang relatif memadai.

Sebagian besar keluarga sudah dilengkapi dengan sarana buang air besar sendiri yang dipakai oleh seluruh anggota di dalam sebuah rumah tangga.

Namun begitu, masih ada perbedaan di berbagai wilayah yang tampak dari keberadaan keluarga yang memanfaatkan fasilitas umum, menggunakan WC kumpulan, bahkan sampai tidak memiliki fasilitas apa pun.

Di dalam tabel BPS, sarana pembuangan limbah tinja diklasifikasikan menjadi berbagai golongan, yaitu sarana milik sendiri atau pribadi, penggunaan yang dilakukan bersama dengan keluarga tertentu, pemakaian WC komunal atau WC umum, tidak memakai sarana apa pun, dan juga kategori tanpa tersedianya fasilitas tersebut.

MCK adalah kependekan dari Mandi, Cuci Tangan, dan Kamar Mandi, yakni sarana sanitasi yang dimanfaatkan secara umum oleh warga masyarakat.

Layanan ini umumnya dapat ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi atau kawasan di mana tidak semua keluarga memiliki fasilitas sanitasi sendiri.

Keadaan Kalimantan Timur secara keseluruhan

Pada level provinsi, Jawa Tengah menunjukkan pencapaian yang baik terkait ketersediaan sarana sanitasi di lingkungan rumah tangga.

Sekitar 95,38 persen kepala keluarga dilaporkan memiliki sarana pembuangan khusus untuk keperluan buang air besar. Data ini menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kalimantan Timur sudah mendapatkan akses layanan sanitasi yang cukup baik.

Di samping itu, ada 2,52 persen keluarga yang masih menggunakannya fasilitas bersama milik keluarga tertentu. Sedangkan sebanyak 1,69 persen keluarga menggunakan MCK khusus atau MCK publik.

Dalam kategori yang tidak memanfaatkan fasilitas, data dari BPS menyertakan status NA atau Tidak Tersedia. Kata-kata ini mengindikasikan bahwa data tidak bisa ditemukan atau tidak mungkin disampaikan dalam kategori tertentu.

Di sisi lain, masih ada sekitar 0,39 persen keluarga di Kalimantan Timur yang terdaftar belum memiliki sarana pembuangan limbah cair.

Walaupun proporsinya masih rendah, jumlah ini tetap mendapat perhatian mengingat hubungannya yang langsung terhadap kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, dan standar sanitasi daerah.

Tiga Wilayah Yang Masih Menyimpan Keluarga Tanpa Akses Ke Sarana Buang Air Besar

Berdasarkan data Susenas bulan Maret tahun 2025, hanya ada tiga wilayah di Kalimantan Timur yang dengan jelas melaporkan adanya keluarga yang tidak memiliki sarana pembuangan khusus untuk buang air besar.

1. Kabupaten Mahakam Ulu

Kabupaten Mahakam Ulu merupakan wilayah dengan tingkat terbesar keluarga yang masih tidak mempunyai sarana pembuangan air besar.

Angka ini sebesar 1,86 persen dari seluruh jumlah keluarga di daerah tersebut.

Di pihak lain, sekitar 94,38 persen keluarga di wilayah Mahakam Ulu sudah mempunyai instalasi sanitasi mandiri.

Namun demikian, kategori fasilitas umum dan MCK komunitas pada tabel BPS mencatat status NA.

Walaupun sebagian besar penduduk sudah mempunyai sarana sanitasi sendiri, tingkat keluarga yang tidak memiliki fasilitas tersebut mencapai hampir dua persen membuat Mahakam Ulu menjadi daerah dengan masalah sanitasi terberat di Kalimantan Timur menurut data tersebut.

2. Kabupaten Paser

Peringkat dua dihuni oleh Kabupaten Paser.

Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa sekitar 1,22 persen keluarga di daerah tersebut masih tidak memilik sarana pembuangan limbah cair.

Di sisi lain, Kabupaten Paser menunjukkan angka kepemilikan fasilitas sendiri yang sangat tinggi, yaitu sebesar 96,76 persen.

Sebanyak 2,02 persen keluarga lainnya menggunakan sarana MCK bersama atau MCK publik.

Informasi tersebut menyatakan bahwa sejumlah penduduk yang belum memilikinya fasilitas kebersihan sendiri bergantung pada instalasi sanitasi umum yang ada di wilayah tempat tinggalnya.

3. Kabupaten Kutai Kartanegara

Kabupaten Kutai Kartanegara menempati posisi ketiga dengan tingkat keluarga yang tidak memiliki fasilitas pembuangan air besar sebesar 0,51 persen.

Persentase ini merupakan yang paling rendah dari tiga wilayah yang tetap mengklasifikasikan diri sebagai tidak memiliki fasilitas.

Di area tersebut, sekitar 95,51 persen keluarga sudah mempunyai instalasi mandiri.

Di sisi lain, sebanyak 3,68 persen keluarga tetap memanfaatkan sarana umum yang digunakan oleh keluarga tertentu.

Penggunaan fasilitas umum di Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk yang terbesar di Provinsi Kalimantan Timur.

Kabupaten Penajam Paser Utara Dinobatkan sebagai Wilayah Terbaik

Dalam kategori kepemilikan fasilitas sendiri, Kabupaten Penajam Paser Utara berada pada peringkat teratas di Kalimantan Timur.

Sekitar 98,03 persen keluarga di area yang merupakan bagian vital dari Kawasan Ibukota Nusantara (IKN) sudah dilengkapi dengan sarana pembuangan limbah cair mandiri.

Hanya sebesar 1,11 persen keluarga yang masih memanfaatkan fasilitas MCK umum, sedangkan kategori lainnya tidak ditemukan.

Pencapaian itu membuat Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi wilayah yang memiliki tingkat kemandirian sanitasi rumah tangga terbesar dalam provinsi ini.

Balikpapan dan Bontang Menyusul

Balikpapan menempati peringkat dua dengan tingkat pemilikan sarana mandiri sebesar 97,51 persen.

Sekitar 2,41 persen keluarga masih memanfaatkan fasilitas umum yang digunakan bersama oleh sekelompok keluarga tertentu.

Tidak ada penggunaan sarana air bersih dan sanitasi umum atau domestik yang tidak memiliki fasilitas sesuai dengan catatan pada data tersebut.

Di samping itu, Kota Bontang menempati urutan ketiga dengan tingkat kepemilikan fasilitas sendiri mencapai 97,39 persen.

Di dalam kota tersebut, terdapat 2,61 persen keluarga yang menggunakan fasilitas MCK bersama maupun MCK umum.

Samarinda Menduduki Peringkat Teratas dalam Pemanfaatan Fasilitas Umum Samarinda Berada di Urutan Pertama dalam Penggunaan Fasilitas Bersama Kota Samarinda Menjadi yang Terdepan dalam Menggunakan Fasilitas Komunal Penggunaan Fasilitas Bersama paling Tinggi Diungguli oleh Kota Samarinda Samarinda Unggul dalam Ketersediaan dan Penggunaan Fasilitas Umum Peringkat Tertinggi dalam Penggunaan Fasilitas Bersama Dimiliki Oleh Samarinda Samarinda Memimpin Daftar dengan Tingkat Penggunaan Fasilitas Bersama yang Maksimal Tingkat Penggunaan Fasilitas Bersama tertinggi Dikuasi oleh Samarinda Samarinda Jadi Contoh terbaik dalam Pemanfaatan Fasilitas Umum Fasilitas Bersama yang Digunakan Paling Banyak Ada di Samarinda

Samarinda sebagai ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur malah memiliki tingkat penggunaan fasilitas umum terbesar.

Lima koma tujuh puluh enam persen keluarga di Samarinda memanfaatkan fasilitas pembuangannya secara bersama dengan beberapa keluarga lainnya.

Tingkat kepemilikan sarana mandiri di Samarinda sebesar 93,99 persen.

Nomor itu tetap lebih rendah dibandingkan rata-rata beberapa wilayah lain seperti Balikpapan, Bontang, serta Penajam Paser Utara.

Daerah Kutai Timur dan Berau lebih banyak memakai MCK bersama Penduduk di wilayah Kutai Timur dan Berau cenderung menggunakan fasilitas MCK yang bersifat komunal Mayoritas masyarakat Kutai Timur dan Berau mengandalkan penggunaan MCK umum Di daerah kutai timur dan berau, kebanyakan penduduk masih mempergunakan toilet kelompok Wilayah kutai timur serta berau mayoritas memiliki sistem pembangunan MCK secara kolektif

Laporan BPS menyebutkan pula bahwa Kabupaten Kutai Timur serta Kabupaten Berau merupakan daerah yang memiliki proporsi penggunaan fasilitas MCK bersama terbesar di Kalimantan Timur.

Di Kabupaten Kutai Timur, sekitar 6,33 persen keluarga masih menggunakan MCK bersama atau MCK publik. Tingkat pemilikan sarana mandi sendiri mencapai 93,16 persen.

Di sisi lain, Kabupaten Berau melaporkan sebesar 6,05 persen keluarga menggunakan sarana air bersih dan sanitasi umum. Tingkat kepemilikan fasilitas sendiri di daerah tersebut mencapai 92,89 persen, yaitu yang tertinggi di Kalimantan Timur.

Keadaan ini menggambarkan bahwa walaupun mayoritas penduduk sudah memiliki akses terhadap sarana sanitasi, ketersediaan fasilitas umum tetap menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam beberapa wilayah tertentu.

Laporan Kondisi Sanitasi Kalimantan Timur Tahun 2025

Secara umum, data Susenas bulan Maret 2025 mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur sudah mampu memenuhi tingkat ketersediaan fasilitas sanitasi di lingkungan rumah tangga secara signifikan, yaitu sebesar 95,38 persen dari seluruh rumah tangga memiliki instalasi sanitasi mandiri.

Namun begitu, masih ada perbedaan situasi di berbagai wilayah. Tiga kawasan yaitu Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, serta Kabupaten Kutai Kartanegara tetap melaporkan adanya keluarga yang belum mempunyai sarana pembuangan limbah cair.

Di pihak lain, Kota Samarinda menunjukkan angka pemakaian fasilitas umum yang tertinggi, sementara Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau merupakan wilayah dengan penggunaan MCK khusus masyarakat paling besar.

Informasi tersebut menggambarkan bahwa pengembangan infrastruktur sanitasi di Kalimantan Timur terus berlangsung, namun ada beberapa daerah yang membutuhkan peningkatan khusus sehingga semua keluarga bisa mendapatkan akses ke fasilitas pembuangan limbah yang layak dan nyaman.

Posting Komentar

0 Komentar