BPJS Ketenagakerjaan dan Untad Perkuat Kolaborasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan **Versi yang lebih menarik:** **BPJS Ketenagakerjaan & Untad Gandeng Tangan Tingkatkan Jaminan Sosial** Jika ingin versi lebih dinamis: **Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Untad Dongkrak Jamin

Ants BPJS Ketenagakerjaan kembali memperkuat kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan tinggi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Tadulako (Untad), bertujuan untuk pelaksanaan pendidikan, riset, serta kegiatan pelayanan masyarakat terkait program perlindungan tenaga kerja.

Perjanjian kerjasama ditanda tangani oleh Direktur Human Capital dan Administrasi BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, serta Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Kamis (11/6/2026).

Kepala Divisi SDM dan Administrasi BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi dasar bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan keterpaduan antara program perlindungan tenaga kerja dengan dunia pendidikan perguruan tinggi serta membantu implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Ia mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari Peluncuran Besar Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diadakan bulan Agustus 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya.

Di dalam program nasional ini, Universitas Tadulako tercatat sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang menunjukkan komitmen konkret dalam mendukung penerapan Kurjamsos sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran serta pemahaman tentang perlindungan sosial sejak masa studi di universitas.

"Perkembangan perguruan tinggi sangat berperan dalam membentuk tenaga kerja berkualitas yang siap terjun ke pasar kerja. Oleh karena itu, kami melihat universitas sebagai mitra utama dalam memberikan kesadaran tentang hak serta perlindungan buruh lewat program jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Harjono.

Dia menyampaikan bahwa kerjasama ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan perlindungan terhadap tenaga kerja di lingkungan universitas, namun juga menciptakan kesempatan untuk bekerja sama dalam bidang penelitian, analisis, study bersama, serta penyusunan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dengan kemitraan ini, BPJS Ketenagakerjaan mengharapkan munculnya berbagai inovasi dan ide-ide baru yang bisa memperkuat sistem jaminan sosial tenaga kerja di Tanah Air.

Selanjutnya, Harjono menyampaikan apresiasinya atas komitmen Universitas Tadulako yang sudah mulai dari April 2017 memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja kontrak dalam lingkup kampus. Sampai dengan saat ini, terdapat sejumlah 353 pegawai kontrak yang telah mendapatkan perlindungan melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Di masa mendatang, kami berharap perlindungan bisa mencakup keseluruhan sistem perkuliahan, mulai dari para dosen, staf administrasi, pegawai pendukung, mahasiswa magang, sampai dengan peserta kegiatan penelitian serta pelayanan masyarakat. Kampus bukan hanya sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan, tapi juga menjadi tempat yang nyaman, efisien, dan dilindungi," lanjut Harjono.

Dia menyampaikan bahwa kerja sama ini selaras dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jangkauan melalui pengembangan perlindungan dalam lingkungan kampus, Perhatian melalui penyediaan layanan yang lebih praktis dan cepat merespons, serta Kepercayaan melalui pemperkuatan riset, tata kelola, serta inovasi berlandaskan ilmu pengetahuan.

Secara jangka panjang, BPJS Ketenagakerjaan berkeinginan menciptakan perlindungan yang terintegrasi dengan baik, sehingga proteksi sosial bisa muncul secara alami dan selalu tersedia di setiap fase kehidupan warga.

Di sisi lain, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, mengapresiasi tanda tangani perjanjian kerja sama ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kemitraan antara universitas dengan institusi yang menangani perlindungan tenaga kerja.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan kesempatan penting untuk memperluas peran kalangan akademis dalam mendukung pengembangan sistem proteksi sosial yang menyeluruh dan berkelanjutan.

"Hari ini merupakan tahapan penting untuk meningkatkan kemitraan antara sistem pendidikan dengan institusi pengelola jaminan sosial nasional. Kami berharap MoU ini secepatnya diwujudkan melalui kesepakatan kerja sama serta pelaksanaan kegiatan yang memberi manfaat nyata kepada rakyat," ujarnya.

Amar menyampaikan bahwa kerjasama ini diharapkan bisa menciptakan beberapa program bersama yang membawa keuntungan langsung kepada komunitas akademik serta masyarakat umum.

Selain meningkatkan kesadaran akan peranan penting jaminan sosial bagi pekerja, kerjasama ini juga bisa membantu menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui aktivitas pembelajaran, penelitian, serta pelayanan pada masyarakat.

Dia menyampaikan bahwa Universitas Tadulako memberi kesempatan kerjasama yang luas dengan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk dalam bidang pengembangan penelitian, penyusunan studi ilmiah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta pelaksaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik sebagai media pendidikan dan peningkatan pemahaman tentang perlindungan sosial di kalangan masyarakat.

Dengan kolaborasi ini, Universitas Tadulako mengharapkan bisa menciptakan mitra jangka panjang yang mampu menegakkan kesejahteraan komunitas akademik, meningkatkan pemahaman masyarakat akan arti pentingnya perlindungan sosial, serta membantu wujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, berkualitas, bersaing, dan dilindungi.

Kepala Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, yang ikut hadir pada acara itu juga mengapresiasi kolaborasi antara dua belah pihak.

Ia menganggap kerjasama dengan Universitas Tadulako sebagai tindakan penting dalam meningkatkan pemahaman tentang asuransi tenaga kerja di kalangan anak muda serta memicu terciptanya berbagai penelitian dan pengembangan yang menunjang penguatan perlindungan buruh di wilayah Nusa Tenggara.

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak pemuda yang menyadari betapa pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja sebelum mereka masuk ke dunia kerja, agar bisa membantu menciptakan buruh Indonesia yang berkualitas, dilindungi, serta sejahtera," kata Suci.

Dengan kerjasama ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap mampu memperluas jaringan kolaborasi bersama universitas di berbagai wilayah agar memperkuat lingkungan sistem perlindungan tenaga kerja yang berkelanjutan serta membantu meningkatkan mutu sumber daya manusia yang memiliki pemahaman akan arti penting jaminan sosial ketenagakerjaan sejak masa pembelajaran di sekolah menengah atas.

Posting Komentar

0 Komentar